Halaman

Selasa, 21 Mei 2013

Surat untukmu, dari Dunia

Perkenalkan, aku dunia.

Aku ini adalah tempat yang diciptakan oleh-Nya untukmu. Untuk menggantungkan semua mimpi-mimpimu, menebarkan seluruh asamu, dan menyandarkan cita-citamu.

Kamu boleh bertanya, berpikir, mengamati, merenungi kenapa aku ada dan kenapa kamu juga ada. Karena memang, sudah banyak manusia yang bertanya, berpikir, mengamati, merenungi kenapa aku ada dan kenapa mereka juga ada.

Hari ini, Penciptaku memberikanku sebuah hadiah. Dan hadiah itu adalah surat perkenalan kita. Tapi sayangnya, waktu yang diberikan untuk menuliskan surat ini tak banyak.

Aku sudah mengenalmu, juga mengenal seluruh teman-temanmu sesama manusia. Jadi, sebelum waktuku habis, aku ingin kamu menyampaikan pesan ini kepada teman-temanmu.

Aku diciptakan sama seperti kalian. Kita punya batas waktu. Jadi, sebelum kehancuranku, gapailah seluruh mimpi-mimpimu yang kamu gantungkan, seluruh asamu yang kamu tebarkan, semua cita-cita yang kamu sandarkan padaku. Setinggi apa pun itu, mimpi bukan hanya sekedar mimpi, tapi ia adalah nadimu, asa bukan hanya asa, ia adalah oksigen untukmu, dan cita-cita bukan hanya cita-cita, karena ia adalah jiwamu. 

Yah, waktunya habis. Sampai jumpa.

Love,


Dunia

Sabtu, 18 Mei 2013

Apakah bebas adalah duniamu ?



Masa kanak-kanak adalah masa dimana kau akan berpikir bahwa dunia adalah milikmu sendiri. Dan duniamu itu terlihat seperti sebuah balon, bebas. 

Balon bisa terbang bebas, setinggi yang ia mau, bahkan ia tak kenal arah, jarak dan waktu. Namun sepertinya kau sedikit salah tanggap tentang balon itu. Karena pemilik balon, takkan rela balon miliknya terbang bebas bahkan sampai pecah tertusuk benda tajam hanya dalam sekejap mata. Maka ia akan menyiapkan tali untuk mengikatkan balon itu ditangannya dengan erat.

Yah, sebenarnya begitulah duniamu. Tak sebebas yang kau pikirkan. Tuhan mengikat duniamu, agar duniamu terjaga dari segala ancaman. Karena duniamu sebenarnya adalah pemberontak, ingin bebas sebebas-bebasnya tanpa mengenal arah, jarak dan waktu.

Jadi, biarkanlah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih mengatur hidupmu. Percayalah, itu adalah yang terbaik, karena Dia selalu menjaga duniamu :)

Apa arti duniamu ?

Sebagian orang bilang, dunia ini hanya mimpi. Karena setiap orang akan bermimpi untuk bisa menikmati dunia ini dengan cara mereka sendiri. Dan mereka yakin lewat mimpi-mimpi merekalah, mereka bisa bahagia menikmati dunia ini dengan cara yang mereka mau. 

Sebagian orang bilang, dunia ini realita. Jadi tak perlu membuang-buang waktu untuk berangan-angan apalagi bermimpi di siang bolong untuk menikmatinya. Sungai sepertinya menjadi inspirasi mereka. Menjalani hidup di dunia seperti air yang mengikuti lekukan-lekukan sungai yang pada akhirnya akan bermuara ke laut. Tak perlu berangan-angan si air sungai akan berhenti bergerak dan berbalik arah menuju hulu, karena Tuhan telah menakdirkan bahwa air sungai pasti hanya akan bergerak dari hulu ke hilir, bukan sebaliknya.

Sebagian orang bilang, dunia itu fana. Jadi hidup di dunia ini harus diabdikan kepada sang Maha Pemilik Dunia, bukannya berhura-hura dengan harta dan sibuk mencari kebahagiaan yang semu. 

Sebagian orang bilang, hidup ini seperti alunan musik. Mereka percaya nada-nada adalah seni kehidupan dunia yang sesungguhnya. Tangis akan memecah ketika “si Pemusik” memainkan nada yang terdengar pilu dan bahagia akan menyeruak ketika “si Pemusik” memainkan nada yang terdengar bersemangat, penuh kegembiraan, dan juga penuh cinta kasih. 

Sebagian orang bilang, dunia adalah kanvas. Kanvas yang putih kosong itu perlu tangan yang bijak untuk menorehkan warna dan melukiskan keindahan, namun terkadang kita terlalu berambisi untuk menciptakan keindahan dan pada akhirnya lukisan itu malah jadi goresan kuas yang tak berarti.

Sebagian orang bilang, dunia itu hanya kita. Dan kalimat itu hanya berlaku bagi mereka yang sedang dilanda asmara. 

Semua itu hanya yang orang-orang katakan, lalu bagaimana dengan duniamu ? Samakah dengan apa yang orang bilang ? Kalau aku ? Dunia adalah aku, kamu, dia, dan mereka. Karena duniaku takkan berarti tanpa kalian semua.